Thursday, March 28, 2013

8 hal dalam Hidup

MURAH HATI
akan Membuat dirimu diSukai dan diBerkahi 

GEMBIRA
akan Membuat dirimu jadi Šehat

TERSENYUM
pasti akan Membuat dirimu tambah manis 

RAMAH
akan Membuat dirimu lebih diŠukai

SABAR
akan Membuat dirimu jadi lebih Bijak

perilaku 
LEMAH LEMBUT
akan Membuat dirimu banyak diƘagumi

KESETIAAN
akan Membuat dirimu lebih di Cintai

MENGASIHI
Membuat Dirimu lebih Mengerti apa Arti Kehidupan .

Hidup adalah Rasa Syukur

Uang itu datang dan pergi,
tetapi pengetahuan datang dan bertumbuh.
Kehilangan adalah cara terbaik untuk bersyukur,
namun jauh lebih baik bersyukur karena tidak kehilangannya.
Mengambil hak orang lain sama seperti meminum air laut ,
karena semakin diminum akan semakin haus.
Bagi orang Sukses, Bangkrut adalah bagaikan bayar Uang Kuliah ,
Krisis itu bagaikan Peluang, semua Hinaan adalah penambah Motivasi.
Saat berada jauh orang akan merindukan rumah,
saat di rumah terus-terusan orang hampir mati karena bosan.
Pada dasarnya banyak manusia yg sulit menghargai apa yg didekatnya.
Lihatlah keatas untuk belajar,
lihatlah kebawah untuk bersyukur,
dan lihatlah sekelilingmu untuk
berhati-hati.
Hanya melalui kesulitanlah,
seringkali manusia baru mau mengangkat tangannya kepada
Tuhan..... untuk memohon
Malam .... bukan hanya milik rasa letih,
tapi juga milik rasa syukur atas kekuatan yang Tuhan berikan untuk menjalani hari.
Kalah adalah kesempatan untuk beristirahat dari kemenangan kecil
untuk mempersiapkan kemenangan yang lebih besar.
Dalam sejarah selalu saja ada
Seorang Tokoh yang berhasil mengalahkan kemustahilan,
Pastikan saja itu adalah Anda !!!
Saat beban berat ada dipundakmu,
janganlah hanya bisa mengeluh
Anggap saja km belum menyelesaikan rencanamu yg terbaik .
Tidak ada untungnya disukai,
tidak ada ruginya dicaci, selama
kita selalu melakukan yg terbaik.
Lelah adalah efek samping dari kerja keras,
kepuasan dan prestasi adalah komplikasinya

Kebaikan

Seorang raja mengadakan sayembara dan akan memberikan hadiah yang melimpah kepada siapa saja yang dapat melukis kedamaian. Dari ratusan lukisan yang dilukis, hanya ada dua buah lukisan yang benar-benar disukai raja. Tetapi ia harus memilih satu diantaranya.
Lukisan pertama menggambarkan sebuah telaga tenang. Permukaan telaga itu bagaikan cermin yang memantulkan kedamaian gunung-gunung yang menjulang mengelilinginya. Di atasnya, terpampang langit biru dengan awan putih berarak. Semua yang memandang lukisan itu pasti akan berpendapat bahwa inilah lukisan yang terbaik menggambarkan kedamaian.
Lukisan kedua menggambarkan pegunungan juga. Namun tampak kering dan gundul. Di atasnya, terlukis langit yang jelas dan merah menandakan akan turun hujan badai, sedangkan kilat tampak menyambar-menyambar liar. Di sisi gunung ada air terjun deras yang berbuih-buih, yang sama sekali tidak menampakkan ketenangan dan kedamaian. Tetapi, sang raja melihat sesuatu yang menarik. Di balik air terjun itu, tumbuh semak-semak kecil diatas sela-sela batu. Di dalam semak-semak itu, seekor burung pipit meletakkan sarangnya. Di tengah-tengah riuh rendah air terjun, seekor pipit sedang mengerami telurnya dengan tenang. Akhirnya, raja memutuskan bahwa lukisan kedualah pemenangnya. Mengapa? Karena kedamaian bukan berarti kita harus berada di tempat yang tanpa keributan, kesulitan, atau pekerjaan yang menggunung. Kedamaian adalah hati yang tenang dan sejahtera meski kita berada di tengah keributan yang luar biasa.
Kedamaian hati bukanlah sebuah pilihan, melainkan keputusan. Apakah kita ingin tetap merasa damai sejahtera meski keadaan ekonomi kurang baik, tetap bersukacita walaupun persoalan hidup datang silih berganti. itu semua adalah keputusan.

Great Story : Ignacy J Paderewski

Ini adalah kisah nyata yang terjadi pada tahun 1892 di Stanford University.

Seorang mahasiswa berusia 18 tahun sedang berjuang membayar biaya kuliahnya. Dia seorang yatim piatu, dan kebingungan mencari cara untuk melunasi biaya itu. Suatu saat muncul sebuah ide cemerlang di benaknya. Dia dan seorang temannya memutuskan untuk mengadakan sebuah konser musik di kampus dengan tujuan menggalang dana demi kuliah mereka. Mereka berhasil mengontak pianis terkenal: Ignacy J. Paderewski. Manajernya meminta pembayaran sebesar $2.000 untuk pertunjukan piano yang akan ditampilkan Paderewski. Mereka pun berhasil mencapai kata sepakat.

Kedua mahasiswa itu pun mulai bekerja agar konser musik ini berjalan sukses. Hari yang ditunggu-tunggu tiba juga. Paderewski tampil memukau di Stanford. Sayangnya, pertunjukan itu ternyata tidak begitu laris manis. Kedua mahasiswa itu hanya berhasil menjual sekitar sepertiga tiket yang disediakan. Total penjualan yang terkumpul juga hanya senilai $1.600.

Dengan perasaan kecewa, mereka berdua mendatangi Paderewski dan menjelaskan keadaan mereka. Tak lupa mereka membawa seluruh uang hasil pertunjukan, sebesar $1.600, beserta sebuah cek dengan nilai $400 untuk memenuhi perjanjian kontrak. Mereka berjanji untuk membayarkan cek itu secepat mungkin.

“Tidak,” kata Paderewski. “Saya tidak terima ini.” Lalu, cek itu dirobeknya, dan dikembalikan uang sebesar $1.600 itu sembari berkata pada kedua mahasiswa itu, “Ini uang konser kalian. Tolong kurangi dengan biaya yang sudah kalian keluarkan. Sisihkan uang yang kalian butuhkan untuk upah kalian sendiri. Dan berikan sisanya padaku.” Kedua mahasiswa itu begitu terkejut, dan tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih.

Bagi Paderewski, tindakan kebaikan itu tidak seberapa. Tapi apa yang telah dilakukannya itu jelas menandakan bahwa Paderewski adalah seorang manusia yang luar biasa. Di kemudian hari, dia menjadi perdana menteri Polandia. Tak diragukan lagi, dia adalah pemimpin yang hebat. Tapi sayangnya, saat dia memerintah, pecah Perang Dunia II dan negerinya porak-poranda. Ada lebih dari 1,5 juta orang yang menderita kelaparan di Polandia, dan tidak ada dana tersisa untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi rakyat. Paderewski tidak tahu harus meminta bantuan pada siapa. Tapi akhirnya dia berhasil meminta bantuan pada US Food and Relief Administration (Badan Pengawas Makanan dan Bantuan Amerika Serikat).

Saat itu pemimpinnya bernama Herbert Hoover, yang di kemudian hari menjadi Presiden AS. Hoover setuju untuk membantu dan segera mengirimkan berton-ton gandum untuk memberi makan rakyat Polandia yang kelaparan. Sebuah bencana kemanusiaan besar pun berhasil dicegah. Paderewski lega sekali. Dia putuskan untuk menemui Hoover dan secara langsung berterima kasih padanya. Ketika Paderewski mulai mengucapkan terima kasih kepada Hoover atas tindakannya yang mulia, Hoover cepat-cepat menyelanya dan berkata, “Anda tak perlu berterima kasih Perdana Menteri. Anda mungkin tidak mengingat kejadian ini, tapi beberapa tahun lalu, Anda sudah menolong dua mahasiswa muda menyelesaikan kuliahnya di AS. Saya salah satunya.”

Kisah ini kembali menguatkan bahwa apa yang kita tabur dalam kehidupan sekitar kita, akan kita tuai di kemudian hari. Agar kita bisa menuai sesuatu yang baik, kita pun terlebih dulu harus menabur sesuatu yang positif. Dunia ini pada dasarnya adalah sebuah tempat yang indah, seandainya kita benar-benar tahu mana yang benar dan salah untuk dilakukan dan tidak dilakukan.

Tuesday, February 26, 2013

Lilin Harapan

Ada 4 lilin yang menyala,
Sedikit demi sedikit habis meleleh.
Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka
Yang pertama berkata: “Aku adalah Damai.” “Namun manusia tak mampu menjagaku: maka lebih baik aku mematikan diriku saja!”

Demikianlah, sedikit demi sedikit sang lilin padam.
Yang kedua berkata: “Aku adalah Iman.” “Sayang aku tak berguna lagi.” “Manusia tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.”

Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.
Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara:”Aku adalah Cinta” “Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala.” “Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna.”
“Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.”

Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.
Tanpa terduga…
Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga Lilin telah padam.
Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata: “Ekh apa yang terjadi?? Kalian harus tetap menyala, Aku takut akan kegelapan!”
Lalu ia mengangis tersedu-sedu.

Kemudian, dengan terharu Lilin keempat berkata:
Jangan takut,
Janganlah menangis,
selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya:
” Akulah H A R A P A N “

Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya.
Apa yang tidak pernah mati hanyalah H A R A P A N.
yang ada dalam hati kita….dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai, Cinta dengan HARAPAN-nya!

Friday, February 22, 2013

Bbrp Hal yg hrs Diperhatikan

1. Jgn menggaruk voucher isi ulang pulsa ponsel dgn Kuku anda , krn lapisan itu mengandung Perak Oksida Nitro yg lala kelamaan dpt menyebabkan kanker kulit.
2. Menurut penelitian maka jawablah panggilan telepon / Hp dgn telinga kiri, karena telinga kanan kita lebih rentan terhadap gelombang electro magnetic , hal itu adalah utk menghindari kerusakan syaraf yg lbh akut.
3. Jangan minum obat dgn air dingin dr kulkas, krn akan sukar diserap oleh metabolisme tubuh .
4. Jangan makan makanan berat stlh pkl 19.00, krn akan memicu obesitas.
5. Minum lbh banyak air pada pagi hari (utk mencukupi kebutuhan air dan proses pembuangan racun), kurangi minum air pd malam hari, krn dapat dpt memicu urinasi ( sering kencimh dimalam hari ).
6. Waktu tidur terbaik adalah 22:00-04:00.
7. Jangan langsung berbaring setelah minum obat, krn akan memperlambat proses penyerapan obat oleh tubuh .
8. Bila baterai ponsel LOW pd bar terakhir, jgn menjwb telepon, krn radiasinya 1000 kali lebih kuat.
9. Usahakan Tidak meminum Es sehabis makan, krn akan mempersulit kerja pencernaan kita.
10. Waktu anda bangun pagi , janganlah anda langsung bangun / berdiri tetapi lakukanlah sedikit gerakan senam ringan sewaktu masih diatas tempat tidur.

Thursday, February 7, 2013

BOSS

Kita sering mengkritik atasan kita, yang tidak bisa memahami kita, dan tidak mau memberikan kelonggaran atas pekerjaan dan tugas kita. Kita lebih sering lagi memaki Boss kita dalam hati, yang mau seenaknya saja.

Tapi sebenarnya, siapa Boss terbesar kita? Siapa Boss terburuk kita? Jawabnya seperti jawaban2 anda, adalah diri anda sendiri. Siapa yang mampu memerintahkan kita untuk bangun jam 5 pagi untuk menyelesaikan tugas kemarin? Apakah dia mampu memaksa anda? Ketika dia bilang anda harus belajar lagi dan membaca buku untuk menambah ilmu apakah anda menurut? Kalau anda tidak menurut bukankah sebenarnya dia boss yang buruk?

Yang benar2 memaksa anda untuk mau “belajar lagi” dan “bekerja lebih keras” dan “menelpon lagi pelanggan yang sudah menolak delapan kali itu” hanyalah diri anda sendiri. Apakah “dia” mampu menyuruh anda dengan baik? Apakah dia pernah memberikan evaluasi atas hasil kerja anda setahun lalu, mengecek apa lagi yang harus diubah untuk menjadi lebih sukses ditahun ini?

Dengan mudah kita bisa mengkritik orang lain: kolega, atasan kita, bawahan kita. Tapi, pernahkah kita mengkritik diri sendiri tentang bagaimana cara kita menata kerja kita, bagaimana kita lupa akah hal yang seharusnya kita kerjakan kemarin, menunda pekerjaan yang penting dan sudah kita rencanakan lama. Ingatkah kita untuk menegur diri kita sendiri?

Kucing dan Kera: Kucing kecil kalau mengalami kesulitan akan terdiam dan harus diselamatkan ibunya dari kesulitan. Kera kecil kalau kesulitan dan kebetulan ibunya lewat, dia akan melompat dan menangkap ibunya. Bedanya yang satu pasif menunggu, yang satu aktif berupaya. Jadilah kera kecil.

Kita tidak bisa lagi secara pasif menanti orang memberi kesempatan pada kita. Kita harus berusaha secara aktif mencari cara untuk menolong diri kita sendiri. Untuk menjadi lebih baik, dan lebih sukses lagi. Kita adalah boss diri kita sendiri, jadilah boss yang lebih baik.

Kita tahu sekarang, boss paling berkuasa adalah diri kita sendiri. Kalau anda berani berkata bukan terlalu buruk boss ini, pertanyaannya adalah; Apakah bisa lebih baik lagi anda menjadi boss diri anda sendiri? Jawabnya selalu “Bisa lebih baik lagi sebenarnya.” Pertanyaan terakhir; “Apakah anda Mau menjadi Boss lebih baik?” Kalau bukan mulai sekarang, kapan lagi?

Rahasia Kotak Sepatu

Henry dan Marta sudah menikah lebih dari 40 tahun. Tentu, sepasang manusia itu kini telah renta. Umur Henry 72 tahun dan umur Marta 68 tahun. Ketika hidup berumah tangga, keduanya tidak pernah menyimpan rahasia. Kecuali, sebuah kotak sepatu yang di simpan Marta di lemari pakaiannya. Marta berpesan kepada suaminya untuk tidak sekali-kali membukanya atau bahkan menanyakan tentang barang itu kepadanya.

Suatu ketika, Marta sakit keras. Berbagai upaya telah dilakukan oleh Henry dan anak-anak mereka untuk menyembuhkan Marta. Tetapi, tak satu pun yang berhasil. Dokter sudah angkat tangan dengan penyakit Marta. Mengingat tuanya usia Marta, tidak mungkin bagi dokter untuk melakukan tindakan-tindakan medis seperti yang biasa dilakukan pada penderita biasa.

Saat berbaring di tempat tidur, Marta berkata lirih pada suaminya, “Tolong ambilkan kotak sepatu di lemari pakaianku.” Henry segera beranjak dari tempat duduknya dan mengambil kotak sepatu itu, lalu memberikannya pada istrinya. Rupanya Marta sadar, bahwa ini adalah saat yang tepat untuk membuka rahasia di dalam kotak sepatu itu.

“Bukalah.” Marta berkata lagi pada suaminya. Perlahan-lahan Henry membuka penutup kotak itu. Henry mendapati ada dua boneka rajut dan setumpuk uang senilai hampir sepuluh juta rupiah. Henry lalu menanyakan ada apa dengan dua boneka rajut dan uang itu pada istrinya.

“Ketika kita menikah, ada sebuah rahasia perkawinan yang dituturkan Nenekku.” Marta bercerita, “Nenekku berpesan bahwa jangan sekali-kali membentak atau berteriak pada suamimu. Nenek bilang jika suatu saat saya marah padamu, saya harus tetap diam dan merajut sebuah boneka.” Henry hanya bisa terdiam saat mendengar cerita istrinya. Dan, air mata pun mulai bercucuran di pipinya.

“Sayang, lalu bagaimana dengan uang sepuluh juta ini?” Tanya Henry pada Marta, “Darimana engkau mendapatkan sebanyak ini?” Isteri menyahut, “Oh, itu adalah uang hasil penjualan dari boneka-boneka yang pernah saya buat"

Nilai Ujian

Sebelum seorang professor di suatu universitas akan membagikan kertas ujian kepada para mahasiswanya, ia mengajukan suatu tawaran istimewa kepada mereka.

Ia berkata, “Siapa yang mau mendapat nilai C secara otomatis dlm ujian ini, angkat tangan dan kamu tdk perlu mengikuti ujian. Saya akan langsung membrikanmu nilai C.

” Satu tangan terangkat. Kemudian yang lainnya, dan yang lainnya hingga ada setengah dari para mahasiswa tsb tlah memilih utk tdk mengikuti ujian itu. Mereka akn menerima nilai C secara otomatis, dan Mereka pun pulang dgn gembira.

Profesor itu kemudian membagikan lembaran ujian kpd mahasiswa yang masih tinggal di kelas itu. Ia mletakkan lembaran2 tersebut di meja dan meminta mereka tidak membaliknya sebelum diprintahkan.

Ia membri slamat kpd para mahasiswa yg tersisa tsb karna mereka tdk mau menerima nilai rata2 dan bahwa itu berarti mereka bersedia melakukan hal2 yg luar biasa dlm hidup mereka.

Kemudian professor itu memerintahkan mahasiswanya utk memulai ujian mereka.
Para mahasiswa menemukan bahwa lembaran ujian mereka hanya tertulis kalimat singkat:
“Selamat. Anda baru saja mendapatkan nilai A.”
.
Terlalu sering kita mengambil jalan pintas yang mudah dan menerima keadaan biasa2 saja saat seharusnya kita bisa berjuang dan membangun potensi yg ada pada diri kita.

Sebagian dari kita berpikir spt para mahaiswa itu yg rela mendapatkan Nilai C , karena mengganggap bahwa nilai C tidaklah begitu buruk dan cukup pantas utk kita peroleh.

Mereka itu hanya menjalani Hidup yang biasa2 aja, tanpa mau Berjuang dan berusaha mengeluarkan potensi maksimal dlm hidupnya , yang begitu adalah merupakan suatu sikap yang tidak bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan hal itu juga berarti merendahkan diri anda sendiri.

Tetaplah bersemangat!
Teruslah bertumbuh!
Teruslah belajar!
Teruslah Berjuang dengan Berani.

Pesan moral :
Lakukan yang terbaik utk apapun yg sedang menjadi tanggung jawabmu saat ini.
Pantang menyerah dan tetap semangat.
*Always Do The Best *

** Jadikan diri kita menjadi teruji , hidup tak ada yg instan dan gampang, jgn jadi kerupuk yg ingin cepat mengembang kena minyak panas tapi cepat pula layu begitu kena udara lembab.

Tuesday, February 5, 2013

Guru vs Murid

Kelas yang tadi ribut-ribut tanpa guru, kini menjadi sunyi. Guru Bahasa Indonesia yang paling ditakuti dan disegani oleh semua murid telah masuk ke dalam kelas. Wajahnya garang seperti harimau kelaparan.

Murid-murid: Selamat pagi, Bu Guru!
Bu Guru (dengan suara melengking): Mengapa bilang selamat pagi saja? Kalau begitu siang, sore dan malam kalian mendoakan saya tidak selamat ya?
Murid-murid: Selamat pagi, siang dan sore Bu Guru… Bu guru: Kenapa panjang sekali? Tidak pernah orang mengucapkan selamat seperti itu! Katakan saja selamat datang, bukankah lebih bagus didengar dan penuh makna? Lagipula ucapan ini meliputi semua masa dan keadaan.
Murid-murid: Selamat datang Bu Guru!
Bu guru: Sama-sama, duduk! Dengar baik-baik. Hari ini Bu Guru akan menguji kalian semua tentang lawanan kata atau antonim kata. Kalau Bu Guru sebutkan perkataannya, kalian semua harus cepat menjawabnya dengan lawan katanya, mengerti?
Murid-murid: Mengerti Bu Guru…
Guru: Pandai!
Murid-murid: Bodoh!
Guru: Tinggi!
Murid-murid: Rendah!
Guru: Jauh!
Murid-murid: Dekat!
Guru: Berjaya!
Murid-murid: Menang!
Guru: Salah itu!
Murid-murid: Betul ini!
Guru (geram): Bodoh!
Murid-murid: Pandai!
Guru: Bukan!
Murid-murid: Ya!
Guru (mulai pusing): Oh Tuhan!
Murid-murid: Oh Hamba!
Guru: Dengar ini…
Murid-murid: Dengar itu…
Guru: Diam!!!
Murid-murid: Ribut!!!
Guru: Itu bukan pertanyaan, bodoh!!!
Murid-murid: Ini adalah jawaban, pandai!!!
Guru: Mati aku!
Murid-murid: Hidup kami!
Guru: Saya rotan baru tau rasa!!
Murid-murid: Kita akar lama tak tau rasa!!
Guru: Malas aku ngajar kalian!
Murid-murid: Rajin kami belajar bu guru…
Guru: Kalian gila semua!!!
Murid-murid: Kami waras sebagian!
Guru: Cukup! Cukup!
Murid-murid: Kurang! Kurang!
Guru: Sudah! Sudah!
Murid-murid : Belum! Belum!
Guru: Mengapa kamu semua bodoh sekali?
Murid-murid: Sebab saya sebagian pandai!
Guru: Oh! Melawan, ya??!!
Murid-murid: Oh! Mengalah, tidak??!!
Guru: Kurangajar!
Murid-murid: Cukupajar!
Guru: Habis aku!
Murid-murid: Kekal kamu!
Guru (putus asa): O.K. Pelajaran sudah habis!
Murid-murid: K.O. Cerita belum mulai!
Guru: Sudah, bodoh!
Murid-murid: Belum, pandai!
Guru: Berdiri!
Murid-murid: Duduk!
Guru: Bego kalian ini!
Murid-murid: Cerdik kami itu!
Guru: Rusak!
Murid-murid: Baik!
Guru (stres): Kamu semua ditahan siang hari ini!!!
Murid-murid: Kami sebagian dilepaskan tengah malam itu!!
Guru (stres): 66666
Murid-murid: 99999
Guru (stres): !!!
Murid-murid: ???