Showing posts with label Travelling. Show all posts
Showing posts with label Travelling. Show all posts
Wednesday, August 2, 2017
Tuesday, October 6, 2015
Seven Summits
Seven Summits, adalah sebutan bagi tujuh puncak gunung tertinggi di
dunia dan jadi impian setiap para pendaki. Ketinggiannya mulai dari
4.884 hingga yang tertinggi adalah 8.850 mdpl. Yuk, kenal lebih dekat
dengan 'tujuh atap dunia' ini!
Setiap para pendaki di dunia, pasti mempunyai impian untuk berdiri di atas salah satu puncak Seven Summits atau malah ketujuhnya sekaligus. Tahukah Anda, salah satu Seven Summit ini berada di Indonesia.
Dari situs 7summits.com, Kamis (12/9/2013), ketujuh puncak tertinggi di dunia itu adalah Puncak Carstenz di Pegunungan Jaya Wijaya Indonesia (4.884 mdpl), Gunung Vinson di Antartika (4.897 mdpl), Gunung Elbrus di Rusia (5.642 mdpl), Gunung Kilimanjaro di Tanzania (5.895 mdpl), Gunung Aconcagua di Argentina (6.962 mdpl), Gunung Denali di Alaska (6.194 mdpl) dan Gunung Everest di perbatasan Nepal dan Tibet (8.848 mdpl).
Seven Summits mewakili tiap beberapa benua yang ada di dunia ini, Asia, Eropa, Amerika, Afrika, dan Benua Antartika. Asia mewakili dua puncak, yaitu Puncak Carstenz dan Gunung Everest sebagai puncak yang paling tinggi di dunia.
Pencetus ide Seven Summits ini adalah Dick Bass, seorang pendaki asal AS. Dia sebelumnya sudah mendata beberapa puncak tertinggi di dunia, tapi kala itu tidak memasukan Puncak Carstenz melainkan menggantinya dengan Gunung Kosciuszko yang punya ketinggian 2.228 mdpl di Australia.
Alasannya, Dick Bass ingin tiap benua mewakili Seven Summit. Dia mengawali pendakian di Gunung Aconcagua pada tahun 1983, hingga mengakhirnya mendaki Gunung Everest di tahun 1985.
Meski begitu, rupanya beberapa pendaki mempunyai pendapat berbeda dengan Dick Bass. Adalah Reinhold Messner, seorang pendaki asal Austria yang mengajukan nama Carstenz untuk mengganti Gunung Kosciuszko. Pendapat tersebut makin dikuatkan oleh pendaki legendaris Patrick Allan Morrow asal Kanada. Mereka berdua pernah mencicipi Seven Summit yang diutarakan Dick Bass, dengan tambahan Puncak Carstenz.
Akhirnya munculah versi Seven Summit ala Bass dan ala Messner. Seiring berjalan waktu, versi Reinhold Messner yang lebih dipilih para pendaki. Mungkin, karena medan Carstenz lebih menantang daripada Gunung Kosciuszko.
Satu kesamaan dari tujuh puncak tertinggi di dunia tersebut adalah masing-masing mempunyai salju abadi. Untuk mendaki ke puncaknya, dibutuhkan keahlian mendaki, panjat tebing, hingga teknik menali. Persiapan pun harus matang, sebab nyawa adalah taruhannya.
Lama pendakian pun bisa memakan waktu puluhan hari. Oleh sebab itu, Anda harus membawa perbekalan dan peralatan gunung lebih banyak dan lebih berat. Ketahanan fisik menjadi yang nomor satu, sebab suhu di tiap puncaknya mampu menembus puluhan derajat Celcius. Contohnya, suhu udara di Puncak Everest dapat mencapai -20 derajat Celcius.
Untuk mendaki ketujuh gunung tersebut, beberapa tur operator dunia menjual paketnya. Seperti American Alpine Institute (AAI), yang sudah menjual paket tur mendaki Seven Summits sejak tahun 1975.
Melalui situs resminya, biaya untuk mendaki tiap Seven Summits adalah US$ 3.460 (Rp 39 juta) untuk Gunung Kilimanjaro, US$ 4.950 (Rp 56 juta) untuk Gunung Elbrus, US$ 4.300 (Rp 48 juta) untuk Gunung Aconcagua, US$ 6.800 (Rp 77 juta) untuk Gunung Denali, US$ 39.500 (Rp 447 juta) untuk Gunung Vinson, US$ 18.500 (Rp 209 juta) untuk Puncak Carstenz di Papua, dan US$ 65 ribu (Rp 736 juta) untuk Gunung Everest.
*data tahun 2013
Hingga kini, sudah banyak para pendaki yang menanjakan kakinya ke tujuh puncak dunia tersebut. Dari Indonesia, hanya baru 8 orang saja yang berhasil, salah satunya Sofyan Arief Fesa. Pria berusia 30 tahun ini membutuhkan waktu 3 tahun (2009-2011) untuk mendaki Seven Summits.
Setiap para pendaki di dunia, pasti mempunyai impian untuk berdiri di atas salah satu puncak Seven Summits atau malah ketujuhnya sekaligus. Tahukah Anda, salah satu Seven Summit ini berada di Indonesia.
Dari situs 7summits.com, Kamis (12/9/2013), ketujuh puncak tertinggi di dunia itu adalah Puncak Carstenz di Pegunungan Jaya Wijaya Indonesia (4.884 mdpl), Gunung Vinson di Antartika (4.897 mdpl), Gunung Elbrus di Rusia (5.642 mdpl), Gunung Kilimanjaro di Tanzania (5.895 mdpl), Gunung Aconcagua di Argentina (6.962 mdpl), Gunung Denali di Alaska (6.194 mdpl) dan Gunung Everest di perbatasan Nepal dan Tibet (8.848 mdpl).
Seven Summits mewakili tiap beberapa benua yang ada di dunia ini, Asia, Eropa, Amerika, Afrika, dan Benua Antartika. Asia mewakili dua puncak, yaitu Puncak Carstenz dan Gunung Everest sebagai puncak yang paling tinggi di dunia.
Pencetus ide Seven Summits ini adalah Dick Bass, seorang pendaki asal AS. Dia sebelumnya sudah mendata beberapa puncak tertinggi di dunia, tapi kala itu tidak memasukan Puncak Carstenz melainkan menggantinya dengan Gunung Kosciuszko yang punya ketinggian 2.228 mdpl di Australia.
Alasannya, Dick Bass ingin tiap benua mewakili Seven Summit. Dia mengawali pendakian di Gunung Aconcagua pada tahun 1983, hingga mengakhirnya mendaki Gunung Everest di tahun 1985.
Meski begitu, rupanya beberapa pendaki mempunyai pendapat berbeda dengan Dick Bass. Adalah Reinhold Messner, seorang pendaki asal Austria yang mengajukan nama Carstenz untuk mengganti Gunung Kosciuszko. Pendapat tersebut makin dikuatkan oleh pendaki legendaris Patrick Allan Morrow asal Kanada. Mereka berdua pernah mencicipi Seven Summit yang diutarakan Dick Bass, dengan tambahan Puncak Carstenz.
Akhirnya munculah versi Seven Summit ala Bass dan ala Messner. Seiring berjalan waktu, versi Reinhold Messner yang lebih dipilih para pendaki. Mungkin, karena medan Carstenz lebih menantang daripada Gunung Kosciuszko.
Satu kesamaan dari tujuh puncak tertinggi di dunia tersebut adalah masing-masing mempunyai salju abadi. Untuk mendaki ke puncaknya, dibutuhkan keahlian mendaki, panjat tebing, hingga teknik menali. Persiapan pun harus matang, sebab nyawa adalah taruhannya.
Lama pendakian pun bisa memakan waktu puluhan hari. Oleh sebab itu, Anda harus membawa perbekalan dan peralatan gunung lebih banyak dan lebih berat. Ketahanan fisik menjadi yang nomor satu, sebab suhu di tiap puncaknya mampu menembus puluhan derajat Celcius. Contohnya, suhu udara di Puncak Everest dapat mencapai -20 derajat Celcius.
Untuk mendaki ketujuh gunung tersebut, beberapa tur operator dunia menjual paketnya. Seperti American Alpine Institute (AAI), yang sudah menjual paket tur mendaki Seven Summits sejak tahun 1975.
Melalui situs resminya, biaya untuk mendaki tiap Seven Summits adalah US$ 3.460 (Rp 39 juta) untuk Gunung Kilimanjaro, US$ 4.950 (Rp 56 juta) untuk Gunung Elbrus, US$ 4.300 (Rp 48 juta) untuk Gunung Aconcagua, US$ 6.800 (Rp 77 juta) untuk Gunung Denali, US$ 39.500 (Rp 447 juta) untuk Gunung Vinson, US$ 18.500 (Rp 209 juta) untuk Puncak Carstenz di Papua, dan US$ 65 ribu (Rp 736 juta) untuk Gunung Everest.
*data tahun 2013
Hingga kini, sudah banyak para pendaki yang menanjakan kakinya ke tujuh puncak dunia tersebut. Dari Indonesia, hanya baru 8 orang saja yang berhasil, salah satunya Sofyan Arief Fesa. Pria berusia 30 tahun ini membutuhkan waktu 3 tahun (2009-2011) untuk mendaki Seven Summits.
Friday, September 18, 2015
12 Hotel di Indonesia yang menghadap langsung ke lautan luas
Indonesia merupakan negara kepulauan, secara otomatis banyak pantai di
dalam wilayahnya. Pantai-pantai indah menjadi salah satu andalah wisata
di negeri ini oleh sebab itu banyak pula hotel-hotel dibangun tepat di
pinggir pantai. Beberapa hotel bahkan dibangun dengan model terapung di
tepi pantai yang tenang sehingga menyuguhkan pemandangan laut langsung
dari teras kamar.
Bukan hal yang sulit untuk menemukan model hotel tepi pantai di Indonesia. Traveler pun bisa memilih mau menginap di hotel berbudget backpacker atau koper, semuanya tersedia. So, tertarik merasakan betapa menyenangkannya bangun tidur, membuka jendela langsung melihat pantai berpasir putih? Berikut Travelingyuk sajikan 12 hotel tepi pantai terbaik di Indonesia pilihan Skyscanner.
Para
surfer ini paling suka menginap di Kandui Villas, sebuah penginapan
tepi pantai yang terletak di Mentawai, Sumatera Barat. Selain lokasinya
yang berada tepat di tepi pantai yang mereka gunakan sebagai spot
surfing, villa ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas keren
seperti infinity pool, spa, restoran, galeri, hingga ruang biliar.
Kandui Villas mematok tarif mulai dari Rp. 4,6 juta per malam.
Pulau
kecil yang sedikit terpencil memberi suasana sepi yang menarik untuk
Anda cumbui. Cubudak Paradiso Village sendiri merupakan resort mini
berisi 12 cottage kayu yang berada di tepi pantai langsung. Bayangkan
kenikmatan bersantai di teras kamar dengan pantai di bawah Anda. Untuk
bisa menginap di sana setiap tamu dipatok dengan tarif Rp. 1,5 juta per
malam.
Montigo
Resorts Nongsa berada di pantai timur laut Batam atau berjarak 5 menit
perjalanan dari Terminal Feri Nongsa Point. Hotel ini termasuk ke dalam
salah satu hotel tepi pantai terbaik di Indonesia. Selain disuguhkan
dengan pemandangan laut, tamu yang menginap di sana juga dapat menikmati
keindahan gunung. Tarif menginap per malam di hotel ini tersedia mulai
Rp. 2,5 juta per malam.
Alila
Villas Uluwatu menyediakan 65 villa yang masing-masing dilengkapi
dengan kolam renang dan cabana pribadi. Dengan berbagai fasilitas mewah
tersebut, setiap tamu diwajibkan merogoh kocek dalam-dalam untuk booking
di sana yakni sekitar Rp. 12,4 juta per malam. Namun jangan khawatir
masalah pelayanan dan kenyamanan, dijamin memuaskan.
Dari
dalam setiap kamar yang dipesan traveler akan nampak pemandangan alam
cantik berupa pantai dan juga laguna air asin yang bisa direnangi.
Resort ini juga memiliki restoran yang telah diguyur banyak penghargaan
dari dalam maupun luar negeri. Per malam resort ini mematok tarif Rp.
9,4 juta dan tamu pun bisa menikmati pelayanan ramah dari pihak resort.
Dengan
147 villa dan paviliun yang tersedia, Four Seasons Resort Jimbaran Bay
menempati lahan seluas 14 hektar. Uniknya setiap villa maupun paviliun
dilengkapi dengan taman, teras dan kolam renang pribadi. Cukup dengan
membayar Rp. 8,2 juta per malam Anda sudah bisa menikmati segala
kemewahan yang di tawarkan di sana.
Berbagai
kemewahan ini bisa dinikmati traveler yang sanggup membayar tarif Rp.
6,8 juta per malam. Itu bukanlah harga yang mahal mengingat hotel di
jalur utama Nusa Dua ini pernah menyabet gelar Resort Tepi Pantai
Terbaik di Asia versi Conde Nest Travelers 2014 dalam tajuk Readers
Choice Awards.
Anda
cukup melakukan booking dengan tarif Rp. 3,5 juta per malam untuk bisa
menikmati menginap di cottage berbentuk segitiga yang merupakan ciri
khas Lombok plus beberapa fasilitas lain seperti makan 3 kali sehari
untuk 2 orang, antar jemput dari dan ke bandara hingga beberapa pilihan
kegiatan laut lainnya.
Keindahan
pantai makin lengkap dengan hadirnya penginapan mewah seperti Nihiwatu
Resort. Inilah resort premium yang berisi rumah-rumah beratap ilalang
yang berada di pinggir pantai. Suasana pantai di sana masih lumayan sepi
sehingga memberikan sensasi seperti berada di pantai pribadi. Tarifnya
lumayan menguras kantong yakni Rp. 7,7 juta per malam.
Setiap
kamar yang ditawarkan memiliki pemandangan pantai yang cantik plus
akses langsung menuju ke pantai pribadi. Tarif menginapnya sekitar Rp. 4
juta per malam. Labuan Bajo merupakan lokasi diving favorit para diver
dunia sehingga kawasan ini banyak dikunjungi turis dari berbagai negara.
Dengan
menginap di Amanwana Resorts, Anda pun bisa merasakan liburan layaknya
para tokoh tersebut. Perairan di pulau Moyo sangat tenang, sambil
snorkeling atau pun diving Anda akan berjumpa dengan pari manta. Anda
juga bisa berpesiar menggunakan cruise di Teluk Saleh. Penginapan ini
sederhana dengan bentuk seperti tenda, tapi jangan salah meski terlihat
simpel fasilitas di dalamnya berkelas bintang lima. Tarif menginapnya
pun terbilang mahal sekitar Rp. 17,8 juta per malam.
Resort
ini mematok tarif per tujuh malam sebesar Rp. 37,8 juta dan hanya
tersedia 8 cottage dan 4 villa. Sangat mahal memang namun Anda bisa
menikmati keindahan alam Raja Ampat dengan puas selama seminggu.
Bukan hal yang sulit untuk menemukan model hotel tepi pantai di Indonesia. Traveler pun bisa memilih mau menginap di hotel berbudget backpacker atau koper, semuanya tersedia. So, tertarik merasakan betapa menyenangkannya bangun tidur, membuka jendela langsung melihat pantai berpasir putih? Berikut Travelingyuk sajikan 12 hotel tepi pantai terbaik di Indonesia pilihan Skyscanner.
1. Kandui Villas, Mentawai
Kepulauan Mentawai memiliki pantai dengan ombak yang besar dan disebut-sebut sejajar dengan Hawaii oleh para surfer dunia. Maka bukan hal aneh jika banyak peselancar dari dalam dan luar negeri senang menghabiskan liburannya di kawasan ini.
Kandui Villas, Mentawai [image source]
2. Cubudak Paradiso Village, Padang
Cubudak Paradiso Village berada tidak jauh dari Mentawai dan Padang. Merupakan pulau kecil yang masuk dalam kawasan kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Hal ini berarti berjarak sekitar 40 km sebelah selatan kota Padang.
Cubadak Paradiso village [image source]
3. Montigo Resorts Nongsa, Batam
Meskipun Batam dikenal sebagai tujuan wisata belanja namun bukan berarti di sana tidak terdapat penginapan di tepi pantai yang keren. Berlibur ke Batam cobalah untuk menginap di Montigo Resorts Nongsa, hotel ini memiliki pemandangan pantai yang meluluhkan hati.
Montigo Resorts Nongsa, Batam [image source]
4. Alila Villas Uluwatu, Bali
Berbeda dengan daftar hotel sebelumnya yang terletak di tepi pantai langsung, Alila Villas Uluwatu ini berada di atas tebing setinggi 100 meter yang menghadap ke Samudera Hindia. Anda bisa menemukan hotel ini di daerah Uluwatu, Badung, Bali.
Alila Villas Uluwatu, Bali [image source]
5. St. Regis, Bali
Penginapan mewah lainnya di Bali yang bisa menjadi pilihan menginap saat liburan di sana adalah St. Regis, sebuah resort mewah yang memiliki banyak pilihan kamar. Anda tinggal memilih mau menginap di kamar jenis suite, vila, presidential suite, atau pun residence.
St. Regis, Bali [image source]
6. Four Seasons Resort Jimbaran Bay, Bali
Four Seasons Resort Jimbaran Bay memiliki konsep yang hampir serupa dengan Alila Villas Uluwatu yang membangun resort di atas tebing yang menghadap ke samudera. Untuk resort yang satu ini letaknya ada di atas tebing di ujung selatan Teluk Jimbaran.
Four Seasons Resort Jimbaran Bay, Bali[image source]
7. The Mulia Bali
Menempati lahan seluas 15 hektar, The Mulia Bali memiliki tiga properti mewah diantaranya adalah The Mulia, The Mulia Resort dan Villa. Pihak pengelola benar-benar memanjakan setiap tamu yang menginap dengan menyediakan 3 kolam renang dan 9 laguna kecil.
The Mulia Bali [image source]
8. Jeeva Beloam, Lombok
Mengusung konsep kemping di pantai, Jeeva Beloam hadir dengan gaya penginapan yang berbeda. Berada di Tanjung Ringgit, Lombok Timur, inilah beach camp yang memiliki 11 cottage yang jauh dari keramaian dan memiliki pantai pribadi.
Jeeva Beloam, Lombok [image source]
9. Nihiwatu Resort, Sumba
Dari daftar 100 pantai terbaik di dunia versi CNN yang dikeluarkan beberapa waktu lalu, menempatkan Pantai Nihiwatu di Sumba pada peringkat ke-17. Hal ini tidak mengherankan mengingat pantai ini memang memiliki pasir putih seperti kapas dengan ombak gahar idola peselancar.
Nihiwatu Resort, Sumba [image source]
10. Seraya Hotel and Resorts, Labuan Bajo
Seraya Hotel and Resorts merupakan hotel aru yang dibangun di Seraya Kecil, Labuan Bajo. Tidak butuh waktu lama untuk menggaet para pelancong untuk menginap di sana pasalnya hotel ini dilengkapi berbagai fasilitas mewah yang memanjakan.
Seraya Hotel and Resorts, Labuan Bajo [image source]
11. Amanwana Resorts, Pulau Moyo
Amanwana Resorts di Pulau Moyo adalah hotel eksklusif yang pernah diinapi oleh banyak artis dunia seperti David Bowie, Yoko Ono, dan Mick Jagger bahkan Putri Diana semasa hidupnya juga pernah menginap di sana.
Amanwana Resorts, Pulau Moyo [image source]
12. Misool Eco Resort, Raja Ampat
Daftar terakhir membawa kita pada sebuah hotel di ujung timur Indonesia. Adalah Misool Eco Resort yang terletak di spot diving paling keren di dunia yang dimiliki Indonesia yaitu Raja Ampat, Papua Barat.
Misool Eco Resort, Raja Ampat [image source]
Friday, July 31, 2015
6 Kolam Alami yang Menakjubkan
6 Kolam Alami yang Menakjubkan
Banyak tempat berair di dunia, namun tidak semuanya dapat digunakan sebagai tempat berenang dan bermain air, entah karena tercemar atau mengandung belerang yang sangat pekat. Disarikan dari roughguides.com, Selasa (27/7/2015), berikut 6 tempat alami menakjubkan yang bisa digunakan sebagai tempat bermain air.
Gippsland Lakes, Australia
Bimmah Sinkhole, Oman
Havasu Falls, USA
Cenotes X’keken dan Samula, Meksiko
The Blue Cave, Australia
Cwm Cau, Wales
Wednesday, December 17, 2014
6 Tempat Terindah di Bumi
1. Pulau Faroe
Suka
menonton film LORD OF THE RINGS atau THE HOBBIT? Kamu pasti
sangat terpesona dengan penampilan negeri Middle Earth yang begitu indah dengan
berbagai makhluk fantasi yang tinggal di sana seperti kawanan Hobbit, para ELF,
atau dwarf.
Jika kamu ingin
mendapatkan sensasi berada di tempat seperti itu, maka cobalah berkunjung ke
pulau Faroe. Terletak di antara Islandia dan Norwegia, pulau Faroe ada di
tengah-tengah Gulf Stream samudera Atlantik utara. Gugusan Faroe memiliki 18
pulau kecil dengan pemandangan sangat indah serta dramatis.
Kamu bisa
melihat puncak gunung berapi yang memukau dengan deburan ombak di garis
pantainya yang berbatu-batu sehingga buatmu berkhayal
2. Kathmandu -
Nepal
Selain
pegunungan Everest yang super luar biasa itu, Nepal juga memiliki sebuah
ibukota menakjubkan bernama Kathmandu. Sudah sejak lama jika Kathmandu dianggap
sebagai kota yang spiritual dan tampak begitu magis. Dikelilingi gunung-gunung
besar, pemandangan yang indah, suara dan wewangian eksotis serta kuil membuatmu
bakal takjub.
Kendati menjadi
kota terbesar di Nepal, Kathmandu mampu menjaga ciri khas mereka dengan tampak
kuno, tradisional bak film fantasi. Tak heran jika akhirnya Kathmandu dijuluki
sebagai Tanah Para Dewa.
3. Hutan Bambu
Jepang
Film-film
China seperti CROUCHING TIGER, HIDDEN DRAGON atau HOUSE OF FLYING DAGGERS
memang menampilkan pemandangan luar biasa. Hamparan pepohonan bambu yang mistis
dan indah memang membuatmu seakan berpikir, apakah itu ada nyata? Jawabannya
ada yakni di pepohonan bambu, Kyoto, Jepang.
Mungkin
melihatnya, kamu akan berpikir bahwa apakah ada seorang samurai betulan yang
sedang berjalan-jalan di sana? Atau mungkin ada seorang hantu cantik
bersemayang di antara batang bambu. Apapun itu, hamparan hutan bambu di Kyoto
dianggap salah satu yang tercantik di Asia.
4. Kastil
Neuschwanstein Jerman
Film-film
kartun seperti Disney memang seringkali menyuguhkan kisah pangeran dan putri
kerajaan dengan kastil-kastil mereka yang super indah. Jika kamu ingin
setidaknya bisa melihat kastil indah bak negeri dongeng, maka kamu tinggal
pergi ke kastil Neuschwanstein yang ada di Jerman sana.
Bahkan
keindahan Neuschwanstein tampak luar biasa jika berkunjung langsung. Kastil ini
dibangun di sebuah bukit pada abad ke-19 untuk Ludwig II. Pada jaman itu,
Neuschwanstein tampak seperti bangunan mewah. Dan saat ini, Neuschwanstein
tetap menjadi kastil indah yang membuatmu berpikir bahwa ada keluarga bangsawan
berambut emas yang tinggal di sana
5. Greenland
Kalau
suatu hari nanti kamu berkesempatan berkunjung ke Greenland, maka salah satu
yang harus kamu ingat adalah jangan lupa membawa kamera. Karena memang,
pemandangan Greenland sangat menakjubkan dan tak bisa dilewatkan begitu saja.
Greenland
adalah daerah dengan mayoritas alam liar dengan banyak jalan yang belum ada.
Banyak pepohonan, daerah-daerah beku, danau es, perbukitan luar biasa,
membuatmu berpikir mungkin hanya dwarf yang bisa tinggal di sana. Kendati
sangat dingin, Greenland memiliki fenomena aurora langit utara yang percayalah,
terlalu indah untuk dilukiskan.
6. Cappadocia -
Turki
Percayalah,
ketika kamu punya kesempatan pergi ke Turki, jangan sekali-sekali lupa untuk
mampir ke Cappadocia. Karena saat kamu ada di sana, kamu akan menyakini jika
Cappadocia bak negeri magis. Terletak di Turki bagian tengah, Cappadocia
popuelr dengan formasi batu unik yang sejak dulu sudah dijadikan lokasi tempat
tinggal.
Berbagai
batu-batuan yang ada di Cappadocia membuatmu terasa terlempar ke sebuah negeri
dongeng impian. Apalagi kamu bisa menikmati keindahan Cappadocia dalam balon
udara, bersiaplah menganga saking kerennya. (mak/a
Subscribe to:
Posts (Atom)