Showing posts with label Travelling. Show all posts
Showing posts with label Travelling. Show all posts

Wednesday, August 2, 2017

Kisah Penyelam Goa Bawah Air yang terjebak selama 2 hari

Tiga bulan lalu, Xisco Gracia mengalami mimpi buruk bagi setiap penyelam. Dia terjebak di gua bawah air dengan hanya mengandalkan celah di dalam gua yang tidak terendam air.


Kejadiannya berawal pada Sabtu 15 April 2017 lalu, ketika Xisco Gracia terjun ke perairan di Mallorca, Spanyol, untuk menyelam. Guru geologi ini menghabiskan akhir pekannya dengan menjelajah dan membuat peta gua bawah air yang rumit di pulau tersebut.


"Mallorca jauh lebih indah di bawah tanah dibanding di atas tanah," katanya.


Dia dengan temannya, Guillem Mascar, ingin menjelajah Sa Piqqueta, sebuah gua bawah air sepanjang 1 km dari mulut gua dengan beraneka ruang menyerupai labirin. Mereka menyelam selama satu jam untuk sampai ke sana.


Gracia menyelam sambil mengumpulkan keping bebatuan, sementara Mascar berenang ke salah satu ruangan.


Ketika mereka akan meninggalkan tempat itu, beberapa hal terjadi pada saat bersamaan. Secara kebetulan Gracia bertemu dengan Mascar di persimpangan dan gerakan mereka membuat lumpur naik sehingga penglihatan menjadi sulit.


Mereka kemudian menyadari bahwa alat petunjuk mereka -benang nilon tipis yang memberi petunjuk mereka untuk kembali ke mulut gua- putus atau terlepas.


"Kabel itu bertujuan untuk mengarahkan. Kabel ditinggal di belakang begitu Anda memasuki gua dan Anda bisa menelusurinya lagi setelah itu," kata Gracia, yang berusia 54 tahun.


"Kami jadinya hanya bisa menebak beberapa batu yang jatuh. Kami menghabiskan waktu selama satu jam yang sangat berharga untuk menemukannya dengan menyentuh-nyentuh tapi tidak berhasil."


Pada titik ini, pasangan tersebut berada dalam keadaan berbahaya. Mereka sudah menggunakan oksien yang mereka bawa untuk masuk serta ke luar dari gua,. Sebagian besar cadangan darurat oksigen juga telah dipakai.


Untunglah, Gracia ingat tentang para penyelam lain yang pernah bercerita tentang celah di dalam gua yang tidak terendam air dekat situ dan dia mengarahkan Mascari ke sana sambil membahas sejumlah pilihan untuk meloloskan diri.


Keduanya tahu bahwa oksien yang tersedia hanya cukup untuk membawa salah seorang untuk ke luar gua.


"Kami putuskan, saya akan tinggal dan Guillem akan pergi meminta pertolongan. Dia lebih kurus dibanding saya dan membutuhkan lebih sedikit udara untuk bernapas. Saya juga lebih berpengalaman untuk bernapas menghirup udara gua, yang memiliki kandungan karbondioksida lebih tinggi."


Mereka merencanakan rute alternatif yang lebih panjang dan Mascaro Guillem harus melewati sebagian jalur itu tanpa petunjuk sehingga ada kemungkinan hilang.


"Seperti berupaya menyetir sebuah mobil pada malam yang amat berkabut," kata Gracia. "Guillem enggan meninggalkan saya sendiri namun kami tahu itulah satu-satunya peluang."


Begitu Mascar pergi, Gracia melepas semua peralatan dan menjelajahi ruangan, dengan panjang sekitar 80 meter, lebar 20 meter, dan jarak antara air dan langit-langit gua sekitar 12 meter.


Dia menyadari bahwa air di permukaan bisa diminum dan menemukan potongan batu besar yang rata yang kemudian dijadikannya untuk keluar dari air dan beristirahat.


Gracia juga memutuskan bahwa dia akan bisa bertahan hidup tanpa cahaya karena dua dari tiga senter tidak bisa digunakan lagi sementara baterai untuk senter ketiga sudah menipis.


"Saya hanya menyalakannya jika saya buang air kecil atau mendaki untuk mendapatkan air segar."


Dan tak banyak yang bisa dilakukannya lagi selain menanti di kegelapan total serta berharap akan diselamatkan.


"Saya bertanya kepada diri sendiri kenapa hal ini terjadi kepada saya setelah bertahun-tahun menyelam," kata Gracia.


"Namun saya penuh pengharapan selama tujuh atau delapan jam pertama karena berpendapat Guillem akan berhasil. Namun waktu berjalan dan saya mulai kehilangan harapan. Saya pikir 'Guillem hilang dan meninggal dan tidak ada yang tahu saya di bawah sini."


Grcia mulai berpikir tentang orang-orang yang dicintainya.


"Saya punya dua anak, putra 15 tahun dan putri sembilan tahun. Saya berpikir mereka terlalu muda untuk kehilangan ayah dan apa yang kelak terjadi pada mereka."


Walau berhasil untuk tetap tenang, dia mulai mengalami dampak aibat bernapas dengan kandungan CO2 yang tinggi. Udara yang manusia hirup sehari-hari mengandung 0,04% CO2, namun di gua kandungan CO2 mencapai 5%.


"Saya sakit kepala dan walau saya menderita kelelahan karena kurang oksigen, tidak mungkin untuk tidur. Otak saya berputar-putar," kenangnya.


Benaknya mulai 'menipu' dirinya sendiri.


"Saya punya perasaan ada cahaya di danau dan saya mendengar suara gelembung udara para penyelam yang datang. Namun ketika saya memalingkan kepala, tidak ada yang terlihat. Itu halusinasi."


Grcia juga tak punya kesadaran tentang jam dan setelah yang menurutnya terasa seperti beberapa hari, dia mendengar suara keras di atas gua dan menyadari pastilah itu Guillem.


"Saya pikir, pertama kami bisa mendengar suara tangki diisi dengan udara untuk tim penyelamat. Belakangan saya menduga, mereka pasti sedang berupaya untuk mengebor batu."


"Saya amat gembira ketika mengetahui mereka mencari saya."


Namun suara itu berhenti dan Gracia menghadapi momen-momen tergelapnya. "Saya memikirkan bahwa saya meninggal dalam cara yang paling ditakuti para penyelam, tanpa makanan dan udara."


"Senter saya sudah hampir habis dan saya tahu tidak akan mampu mendaki untuk mendapat udara di kegelapan. Saya memutuskan untuk berenang ke tempat saya meninggalkan peralatan dan mengambil pisau. Saya ingin menggunakannya sebagai langkah terakhir jika harus memutuskan apakah akan mati secara cepat atau perlahan."


Tak lama setelah berpikir demikian, dia mendengar kembali suara gelembung udara. "Saya melihat lampu seorang penyelam yang semakin terang. Saya pikir itu halusinasi namun saya menyadari bahwa hal itu nyata dan melihat helm muncul."


Dia adalah teman lamanya, Bernat Clamor.


"Saya melompat menyambutnya. Dia bertanya bagaimana saya dan mengatakan kepada saya bahwa dia khawatir saya sudah meninggal."


Gracia kemudian mengetahui bahwa Mascar berhasil memberi tahu tentang keadaannya namun upaya penyelamatan terhambat oleh jarak pandang yang buruk.


Tim penyelamat berupaya untuk mengebor batu untuk memberi pasokan pangan dan air -yang suaranya dia dengar. Namun upaya itu juga gagal.


Akhirnya Clamor dan rekan penyelam lainnya, John Freddy, berhasil mencapai tempatnya setelah menunggu lumpur mereda dan air menjadi bersih.


Nasib buruk Gracia tetap belum berakhir karena Clamor harus meninggalkan dia lagi untuk mengontak tim penyelamat. Meski demikian, Clamor meninggalkan kantung gula untuk meningkatkan energi Grcia.


"Diperlukan delapan jam lebih untuk membawa saya ke luar dari gua, namun delapan jam yang menggembirakan," kata Gracia.


Dia mendapat oksigen yang diperkaya kandungannya untuk bernapas dan dibawa perlahan-lahan ke mulut gua. Dia muncul kembali pada Senin 17 April, atau sekitar 60 jam setelah masuk ke dalam gua. Saat Grcia keluar, Guillem Mascar ikut menyambutnya.


"Kami berpelukan tapi tak banyak waktu untuk berbicara karena mereka membawa saya dengan ambulans. Dan sakit sekali begitu saya ke luar dari air. Suhu badan saya mencapai 32 C jadi saya menghadapi risiko hipotermia. Saya mendapat oksigen murni untuk bernapas sepanjang malam."


Gracia terus menjagai emosinya dalam menghadapi pengalaman buruk itu.


"Anda harus bisa mengendalikan emosi ketika menyelam. Namun keesokan harinya saya menyaksikan liputan tentang operasi penyelamatan besar-besaran di TV dan saya menangis. Saya amat bersyukur."


Grcia tidak lantas melupakan olah raga selam walau nyaris meninggal. Sebulan setelah insiden itu, dia kembali ke Sa Piqueta dan bahkan mengunjungi ruangan tempat dia terperangkap itu.


"Saya tidak menaruh dendam pada gua itu, bukan salah guanya," kata pria yang bertekad akan tetap meneruskan penyusunan peta warisan gua bawah air di Mallorca.


"Anak-anak saya tidak terlalu suka tapi mereka tidak mengatakan kepada saya untuk tidak melakukannya. Saya menghabiskan waktu 24 jam untuk menjelajahi di bawah air."


 

Tuesday, October 6, 2015

Seven Summits

Seven Summits, adalah sebutan bagi tujuh puncak gunung tertinggi di dunia dan jadi impian setiap para pendaki. Ketinggiannya mulai dari 4.884 hingga yang tertinggi adalah 8.850 mdpl. Yuk, kenal lebih dekat dengan 'tujuh atap dunia' ini!

Setiap para pendaki di dunia, pasti mempunyai impian untuk berdiri di atas salah satu puncak Seven Summits atau malah ketujuhnya sekaligus. Tahukah Anda, salah satu Seven Summit ini berada di Indonesia.

Dari situs 7summits.com, Kamis (12/9/2013), ketujuh puncak tertinggi di dunia itu adalah Puncak Carstenz di Pegunungan Jaya Wijaya Indonesia (4.884 mdpl), Gunung Vinson di Antartika (4.897 mdpl), Gunung Elbrus di Rusia (5.642 mdpl), Gunung Kilimanjaro di Tanzania (5.895 mdpl), Gunung Aconcagua di Argentina (6.962 mdpl), Gunung Denali di Alaska (6.194 mdpl) dan Gunung Everest di perbatasan Nepal dan Tibet (8.848 mdpl).

Seven Summits mewakili tiap beberapa benua yang ada di dunia ini, Asia, Eropa, Amerika, Afrika, dan Benua Antartika. Asia mewakili dua puncak, yaitu Puncak Carstenz dan Gunung Everest sebagai puncak yang paling tinggi di dunia.

Pencetus ide Seven Summits ini adalah Dick Bass, seorang pendaki asal AS. Dia sebelumnya sudah mendata beberapa puncak tertinggi di dunia, tapi kala itu tidak memasukan Puncak Carstenz melainkan menggantinya dengan Gunung Kosciuszko yang punya ketinggian 2.228 mdpl di Australia.

Alasannya, Dick Bass ingin tiap benua mewakili Seven Summit. Dia mengawali pendakian di Gunung Aconcagua pada tahun 1983, hingga mengakhirnya mendaki Gunung Everest di tahun 1985.

Meski begitu, rupanya beberapa pendaki mempunyai pendapat berbeda dengan Dick Bass. Adalah Reinhold Messner, seorang pendaki asal Austria yang mengajukan nama Carstenz untuk mengganti Gunung Kosciuszko. Pendapat tersebut makin dikuatkan oleh pendaki legendaris Patrick Allan Morrow asal Kanada. Mereka berdua pernah mencicipi Seven Summit yang diutarakan Dick Bass, dengan tambahan Puncak Carstenz.

Akhirnya munculah versi Seven Summit ala Bass dan ala Messner. Seiring berjalan waktu, versi Reinhold Messner yang lebih dipilih para pendaki. Mungkin, karena medan Carstenz lebih menantang daripada Gunung Kosciuszko.

Satu kesamaan dari tujuh puncak tertinggi di dunia tersebut adalah masing-masing mempunyai salju abadi. Untuk mendaki ke puncaknya, dibutuhkan keahlian mendaki, panjat tebing, hingga teknik menali. Persiapan pun harus matang, sebab nyawa adalah taruhannya.

Lama pendakian pun bisa memakan waktu puluhan hari. Oleh sebab itu, Anda harus membawa perbekalan dan peralatan gunung lebih banyak dan lebih berat. Ketahanan fisik menjadi yang nomor satu, sebab suhu di tiap puncaknya mampu menembus puluhan derajat Celcius. Contohnya, suhu udara di Puncak Everest dapat mencapai -20 derajat Celcius.

Untuk mendaki ketujuh gunung tersebut, beberapa tur operator dunia menjual paketnya. Seperti American Alpine Institute (AAI), yang sudah menjual paket tur mendaki Seven Summits sejak tahun 1975.

Melalui situs resminya, biaya untuk mendaki tiap Seven Summits adalah US$ 3.460 (Rp 39 juta) untuk Gunung Kilimanjaro, US$ 4.950 (Rp 56 juta) untuk Gunung Elbrus, US$ 4.300 (Rp 48 juta) untuk Gunung Aconcagua, US$ 6.800 (Rp 77 juta) untuk Gunung Denali, US$ 39.500 (Rp 447 juta) untuk Gunung Vinson, US$ 18.500 (Rp 209 juta) untuk Puncak Carstenz di Papua, dan US$ 65 ribu (Rp 736 juta) untuk Gunung Everest.

*data tahun 2013


Hingga kini, sudah banyak para pendaki yang menanjakan kakinya ke tujuh puncak dunia tersebut. Dari Indonesia, hanya baru 8 orang saja yang berhasil, salah satunya Sofyan Arief Fesa. Pria berusia 30 tahun ini membutuhkan waktu 3 tahun (2009-2011) untuk mendaki Seven Summits.


Friday, September 18, 2015

12 Hotel di Indonesia yang menghadap langsung ke lautan luas

Indonesia merupakan negara kepulauan, secara otomatis banyak pantai di dalam wilayahnya. Pantai-pantai indah menjadi salah satu andalah wisata di negeri ini oleh sebab itu banyak pula hotel-hotel dibangun tepat di pinggir pantai. Beberapa hotel bahkan dibangun dengan model terapung di tepi pantai yang tenang sehingga menyuguhkan pemandangan laut langsung dari teras kamar.
Bukan hal yang sulit untuk menemukan model hotel tepi pantai di Indonesia. Traveler pun bisa memilih mau menginap di hotel berbudget backpacker atau koper, semuanya tersedia. So, tertarik merasakan betapa menyenangkannya bangun tidur, membuka jendela langsung melihat pantai berpasir putih? Berikut Travelingyuk sajikan 12 hotel tepi pantai terbaik di Indonesia pilihan Skyscanner.

1. Kandui Villas, Mentawai

Kepulauan Mentawai memiliki pantai dengan ombak yang besar dan disebut-sebut sejajar dengan Hawaii oleh para surfer dunia. Maka bukan hal aneh jika banyak peselancar dari dalam dan luar negeri senang menghabiskan liburannya di kawasan ini.
Kandui Villas, Mentawai [image source]
Kandui Villas, Mentawai [image source]
Para surfer ini paling suka menginap di Kandui Villas, sebuah penginapan tepi pantai yang terletak di Mentawai, Sumatera Barat. Selain lokasinya yang berada tepat di tepi pantai yang mereka gunakan sebagai spot surfing, villa ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas keren seperti infinity pool, spa, restoran, galeri, hingga ruang biliar. Kandui Villas mematok tarif mulai dari Rp. 4,6 juta per malam.

2. Cubudak Paradiso Village, Padang

Cubudak Paradiso Village berada tidak jauh dari Mentawai dan Padang. Merupakan pulau kecil yang masuk dalam kawasan kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Hal ini berarti berjarak sekitar 40 km sebelah selatan kota Padang.
Cubadak Paradiso village [image source]
Cubadak Paradiso village [image source]
Pulau kecil yang sedikit terpencil memberi suasana sepi yang menarik untuk Anda cumbui. Cubudak Paradiso Village sendiri merupakan resort mini berisi 12 cottage kayu yang berada di tepi pantai langsung. Bayangkan kenikmatan bersantai di teras kamar dengan pantai di bawah Anda. Untuk bisa menginap di sana setiap tamu dipatok dengan tarif Rp. 1,5 juta per malam.

3. Montigo Resorts Nongsa, Batam

Meskipun Batam dikenal sebagai tujuan wisata belanja namun bukan berarti di sana tidak terdapat penginapan di tepi pantai yang keren. Berlibur ke Batam cobalah untuk menginap di Montigo Resorts Nongsa, hotel ini memiliki pemandangan pantai yang meluluhkan hati.
Montigo Resorts Nongsa, Batam [image source]
Montigo Resorts Nongsa, Batam [image source]
Montigo Resorts Nongsa berada di pantai timur laut Batam atau berjarak 5 menit perjalanan dari Terminal Feri Nongsa Point. Hotel ini termasuk ke dalam salah satu hotel tepi pantai terbaik di Indonesia. Selain disuguhkan dengan pemandangan laut, tamu yang menginap di sana juga dapat menikmati keindahan gunung. Tarif menginap per malam di hotel ini tersedia mulai Rp. 2,5 juta per malam.

4. Alila Villas Uluwatu, Bali

Berbeda dengan daftar hotel sebelumnya yang terletak di tepi pantai langsung, Alila Villas Uluwatu ini berada di atas tebing setinggi 100 meter yang menghadap ke Samudera Hindia. Anda bisa menemukan hotel ini di daerah Uluwatu, Badung, Bali.
Alila Villas Uluwatu, Bali [image source]
Alila Villas Uluwatu, Bali [image source]
Alila Villas Uluwatu menyediakan 65 villa yang masing-masing dilengkapi dengan kolam renang dan cabana pribadi. Dengan berbagai fasilitas mewah tersebut, setiap tamu diwajibkan merogoh kocek dalam-dalam untuk booking di sana yakni sekitar Rp. 12,4 juta per malam. Namun jangan khawatir masalah pelayanan dan kenyamanan, dijamin memuaskan.

5. St. Regis, Bali

Penginapan mewah lainnya di Bali yang bisa menjadi pilihan menginap saat liburan di sana adalah St. Regis, sebuah resort mewah yang memiliki banyak pilihan kamar. Anda tinggal memilih mau menginap di kamar jenis suite, vila, presidential suite, atau pun residence.
St. Regis, Bali [image source]
St. Regis, Bali [image source]
Dari dalam setiap kamar yang dipesan traveler akan nampak pemandangan alam cantik berupa pantai dan juga laguna air asin yang bisa direnangi. Resort ini juga memiliki restoran yang telah diguyur banyak penghargaan dari dalam maupun luar negeri. Per malam resort ini mematok tarif Rp. 9,4 juta dan tamu pun bisa menikmati pelayanan ramah dari pihak resort.

6. Four Seasons Resort Jimbaran Bay, Bali

Four Seasons Resort Jimbaran Bay memiliki konsep yang hampir serupa dengan Alila Villas Uluwatu yang membangun resort di atas tebing yang menghadap ke samudera. Untuk resort yang satu ini letaknya ada di atas tebing di ujung selatan Teluk Jimbaran.
Four Seasons Resort Jimbaran Bay, Bali[image source]
Four Seasons Resort Jimbaran Bay, Bali[image source]
Dengan 147 villa dan paviliun yang tersedia, Four Seasons Resort Jimbaran Bay menempati lahan seluas 14 hektar. Uniknya setiap villa maupun paviliun dilengkapi dengan taman, teras dan kolam renang pribadi. Cukup dengan membayar Rp. 8,2 juta per malam Anda sudah bisa menikmati segala kemewahan yang di tawarkan di sana.

7. The Mulia Bali

Menempati lahan seluas 15 hektar, The Mulia Bali memiliki tiga properti mewah diantaranya adalah The Mulia, The Mulia Resort dan Villa. Pihak pengelola benar-benar memanjakan setiap tamu yang menginap dengan menyediakan 3 kolam renang dan 9 laguna kecil.
The Mulia Bali [image source]
The Mulia Bali [image source]
Berbagai kemewahan ini bisa dinikmati traveler yang sanggup membayar tarif Rp. 6,8 juta per malam. Itu bukanlah harga yang mahal mengingat hotel di jalur utama Nusa Dua ini pernah menyabet gelar Resort Tepi Pantai Terbaik di Asia versi Conde Nest Travelers 2014 dalam tajuk Readers Choice Awards.

8. Jeeva Beloam, Lombok

Mengusung konsep kemping di pantai, Jeeva Beloam hadir dengan gaya penginapan yang berbeda. Berada di Tanjung Ringgit, Lombok Timur, inilah beach camp yang memiliki 11 cottage yang jauh dari keramaian dan memiliki pantai pribadi.
Jeeva Beloam, Lombok [image source]
Jeeva Beloam, Lombok [image source]
Anda cukup melakukan booking dengan tarif Rp. 3,5 juta per malam untuk bisa menikmati menginap di cottage berbentuk segitiga yang merupakan ciri khas Lombok plus beberapa fasilitas lain seperti makan 3 kali sehari untuk 2 orang, antar jemput dari dan ke bandara hingga beberapa pilihan kegiatan laut lainnya.

9. Nihiwatu Resort, Sumba

Dari daftar 100 pantai terbaik di dunia versi CNN yang dikeluarkan beberapa waktu lalu, menempatkan Pantai Nihiwatu di Sumba pada peringkat ke-17. Hal ini tidak mengherankan mengingat pantai ini memang memiliki pasir putih seperti kapas dengan ombak gahar idola peselancar.
Nihiwatu Resort, Sumba [image source]
Nihiwatu Resort, Sumba [image source]
Keindahan pantai makin lengkap dengan hadirnya penginapan mewah seperti Nihiwatu Resort. Inilah resort premium yang berisi rumah-rumah beratap ilalang yang berada di pinggir pantai. Suasana pantai di sana masih lumayan sepi sehingga memberikan sensasi seperti berada di pantai pribadi. Tarifnya lumayan menguras kantong yakni Rp. 7,7 juta per malam.

10. Seraya Hotel and Resorts, Labuan Bajo

Seraya Hotel and Resorts merupakan hotel aru yang dibangun di Seraya Kecil, Labuan Bajo. Tidak butuh waktu lama untuk menggaet para pelancong untuk menginap di sana pasalnya hotel ini dilengkapi berbagai fasilitas mewah yang memanjakan.
Seraya Hotel and Resorts, Labuan Bajo [image source]
Seraya Hotel and Resorts, Labuan Bajo [image source]
Setiap kamar yang ditawarkan memiliki pemandangan pantai yang cantik plus akses langsung menuju ke pantai pribadi. Tarif menginapnya sekitar Rp. 4 juta per malam. Labuan Bajo merupakan lokasi diving favorit para diver dunia sehingga kawasan ini banyak dikunjungi turis dari berbagai negara.

11. Amanwana Resorts, Pulau Moyo

Amanwana Resorts di Pulau Moyo adalah hotel eksklusif yang pernah diinapi oleh banyak artis dunia seperti David Bowie, Yoko Ono, dan Mick Jagger bahkan Putri Diana semasa hidupnya juga pernah menginap di sana.
Amanwana Resorts, Pulau Moyo [image source]
Amanwana Resorts, Pulau Moyo [image source]
Dengan menginap di Amanwana Resorts, Anda pun bisa merasakan liburan layaknya para tokoh tersebut. Perairan di pulau Moyo sangat tenang, sambil snorkeling atau pun diving Anda akan berjumpa dengan pari manta. Anda juga bisa berpesiar menggunakan cruise di Teluk Saleh. Penginapan ini sederhana dengan bentuk seperti tenda, tapi jangan salah meski terlihat simpel fasilitas di dalamnya berkelas bintang lima. Tarif menginapnya pun terbilang mahal sekitar Rp. 17,8 juta per malam.

12. Misool Eco Resort, Raja Ampat

Daftar terakhir membawa kita pada sebuah hotel di ujung timur Indonesia. Adalah Misool Eco Resort yang terletak di spot diving paling keren di dunia yang dimiliki Indonesia yaitu Raja Ampat, Papua Barat.
Misool Eco Resort, Raja Ampat [image source]
Misool Eco Resort, Raja Ampat [image source]
Resort ini mematok tarif per tujuh malam sebesar Rp. 37,8 juta dan hanya tersedia 8 cottage dan 4 villa. Sangat mahal memang namun Anda bisa menikmati keindahan alam Raja Ampat dengan puas selama seminggu.

Friday, July 31, 2015

6 Kolam Alami yang Menakjubkan

6 Kolam Alami yang Menakjubkan

Liputan6.com, Jakarta Bermain air dan berenang di alam terbuka tentu menjadi aktivitas wisata yang menyenangkan. Apalagi jika air yang digunakan masih bersih dan alami. Bahkan sebagian orang rela mengadakan perjalanan berjam-jam sampai berhari-hari hanya untuk sampai ke lokasi kolam alami dengan airnya yang jernih.
Banyak tempat berair di dunia, namun tidak semuanya dapat digunakan sebagai tempat berenang dan bermain air, entah karena tercemar atau mengandung belerang yang sangat pekat. Disarikan dari roughguides.com, Selasa (27/7/2015), berikut 6 tempat alami menakjubkan yang bisa digunakan sebagai tempat bermain air.
Gippsland Lakes, Australia
The Gippsland Lakes merupakan perairan darat terbesar yang ada di Australia. Terpisah dari laut, danau ini memiliki suasana hening dengan kilauan cahaya di langit yang memukau. Tanaman ganggang yang mekar di danau menjadi daya tariknya yang lain. Danau alami ini sangat cocok bagi mereka yang ingin bermain air dengan sensasi kilauan bintang di alam terbuka.
Bimmah Sinkhole, Oman

Ini merupakan tempat yang sempurna untuk menghilangkan suhu panas Oman, sekaligus tempat alami yang tenang di sepanjang pantai tenggara Muscat. Masuk dalam kawasan Hawiyat Najm Park, kolam alami ini dihiasi dengan dekorasi melingkar yang menawan. Rasakan bermian air bersama ikan kecil yang ada di kolam alami ini.
Havasu Falls, USA
Anda mungkin akan terkesima dengan keindahan Arizona dan air terjun Grand Canyon yang luar biasa indah. Namun Amerika Serikat juga memiliki hasafu Falls, yaitu air terjun menawan dengan tinggi pancur mencapai 45 meter. Bentuknya yang pirus dan cantik, serta dilengkapi dengan kolam alami di bawahnya membuat air terjun ini sangat cocok bagi mereka yang ingin merasakan sensasi berenang di alam terbuka yang alami.
Cenotes X’keken dan Samula, Meksiko

Semenanjung Yucatan Meksico yang penuh dengan goa-goa, merupakan tempat yang sempurna untuk berenang di alam liar. Cenotes X’keken merupakan goa berkubah besar yang mempunyai kolam tenang dengan air yang jernih alami di bagian tengahnya. Di dekatnya terdapat Cenote Samula, sebuah goa yang juga memilliki kolam renang di bawahnya.
The Blue Cave, Australia
Ini adalah lokasi bermain air yang sangat menakjubkan dan hanya bisa diakses saat alut sedang surut. Saat matahari sedang terik, cahayanya akan menembus dari bawah dan mengubah air di goa ini menjadi biru bercahaya. Saat itulah setiap orang yang menyaksikannya tak sabar ingin segera terjun dan merasakan sensasi bermain air di alam liar yang menakjubkan. Jika berkunjung ke tempat ini, pastikan Anda untuk mencoba menu makan siang lobster yang lezat.
Cwm Cau, Wales
Ada mitos yang mengatakan jika Anda menghabiskan malam di Cadair Idris, puncak dari Cwm Cau, maka hanya ada dua pilihan, Anda akan mati atau gila menjadi penyair. Namun kawah Cwm Cau yang berada di puncak gunung adalah tempat yang sempurna untuk mendinginkan badan setelah mendaki ke puncak dengan suhu yang sangat panas.

Wednesday, December 17, 2014

6 Tempat Terindah di Bumi



1. Pulau Faroe

Suka menonton film LORD OF THE RINGS atau THE HOBBIT? Kamu pasti sangat terpesona dengan penampilan negeri Middle Earth yang begitu indah dengan berbagai makhluk fantasi yang tinggal di sana seperti kawanan Hobbit, para ELF, atau dwarf.
Jika kamu ingin mendapatkan sensasi berada di tempat seperti itu, maka cobalah berkunjung ke pulau Faroe. Terletak di antara Islandia dan Norwegia, pulau Faroe ada di tengah-tengah Gulf Stream samudera Atlantik utara. Gugusan Faroe memiliki 18 pulau kecil dengan pemandangan sangat indah serta dramatis.
Kamu bisa melihat puncak gunung berapi yang memukau dengan deburan ombak di garis pantainya yang berbatu-batu sehingga buatmu berkhayal

2. Kathmandu - Nepal

Selain pegunungan Everest yang super luar biasa itu, Nepal juga memiliki sebuah ibukota menakjubkan bernama Kathmandu. Sudah sejak lama jika Kathmandu dianggap sebagai kota yang spiritual dan tampak begitu magis. Dikelilingi gunung-gunung besar, pemandangan yang indah, suara dan wewangian eksotis serta kuil membuatmu bakal takjub.
Kendati menjadi kota terbesar di Nepal, Kathmandu mampu menjaga ciri khas mereka dengan tampak kuno, tradisional bak film fantasi. Tak heran jika akhirnya Kathmandu dijuluki sebagai Tanah Para Dewa.

3. Hutan Bambu Jepang

Film-film China seperti CROUCHING TIGER, HIDDEN DRAGON atau HOUSE OF FLYING DAGGERS memang menampilkan pemandangan luar biasa. Hamparan pepohonan bambu yang mistis dan indah memang membuatmu seakan berpikir, apakah itu ada nyata? Jawabannya ada yakni di pepohonan bambu, Kyoto, Jepang.
Mungkin melihatnya, kamu akan berpikir bahwa apakah ada seorang samurai betulan yang sedang berjalan-jalan di sana? Atau mungkin ada seorang hantu cantik bersemayang di antara batang bambu. Apapun itu, hamparan hutan bambu di Kyoto dianggap salah satu yang tercantik di Asia.

4. Kastil Neuschwanstein Jerman

Film-film kartun seperti Disney memang seringkali menyuguhkan kisah pangeran dan putri kerajaan dengan kastil-kastil mereka yang super indah. Jika kamu ingin setidaknya bisa melihat kastil indah bak negeri dongeng, maka kamu tinggal pergi ke kastil Neuschwanstein yang ada di Jerman sana.
Bahkan keindahan Neuschwanstein tampak luar biasa jika berkunjung langsung. Kastil ini dibangun di sebuah bukit pada abad ke-19 untuk Ludwig II. Pada jaman itu, Neuschwanstein tampak seperti bangunan mewah. Dan saat ini, Neuschwanstein tetap menjadi kastil indah yang membuatmu berpikir bahwa ada keluarga bangsawan berambut emas yang tinggal di sana

5. Greenland

Kalau suatu hari nanti kamu berkesempatan berkunjung ke Greenland, maka salah satu yang harus kamu ingat adalah jangan lupa membawa kamera. Karena memang, pemandangan Greenland sangat menakjubkan dan tak bisa dilewatkan begitu saja.
Greenland adalah daerah dengan mayoritas alam liar dengan banyak jalan yang belum ada. Banyak pepohonan, daerah-daerah beku, danau es, perbukitan luar biasa, membuatmu berpikir mungkin hanya dwarf yang bisa tinggal di sana. Kendati sangat dingin, Greenland memiliki fenomena aurora langit utara yang percayalah, terlalu indah untuk dilukiskan. 

6. Cappadocia - Turki

Percayalah, ketika kamu punya kesempatan pergi ke Turki, jangan sekali-sekali lupa untuk mampir ke Cappadocia. Karena saat kamu ada di sana, kamu akan menyakini jika Cappadocia bak negeri magis. Terletak di Turki bagian tengah, Cappadocia popuelr dengan formasi batu unik yang sejak dulu sudah dijadikan lokasi tempat tinggal.
Berbagai batu-batuan yang ada di Cappadocia membuatmu terasa terlempar ke sebuah negeri dongeng impian. Apalagi kamu bisa menikmati keindahan Cappadocia dalam balon udara, bersiaplah menganga saking kerennya. (mak/a