Tuesday, September 11, 2012

Makanan & kemasan makanan yg hrs diwaspadai

1. BEKAS BOTOL AQUA

Mungkin sebagian dari kita mempunyai kebiasaan memakai dan memakai ulang botol plastik (Aqua, VIT , etc) dan menaruhnya di mobil atau di
kantor. Kebiasaan ini tidak baik, karena bahan plastic botol  (disebut juga sebagai polyethylene terephthalate or PET) yang dipakai  di botol2 ini mengandung zat2 karsinogen (atau DEHA). Botol ini aman  untuk dipakai 1-2 kali saja, jika anda ingin memakainya lebih lama,  tidak boleh lebih dari seminggu, dan harus ditaruh ditempat yang jauh  dari matahari. Kebiasaan mencuci ulang dapat membuat lapisan plastik  rusak dan zat karsinogen itu bisa masuk ke air yang kita minum. Lebih baik membeli botol air yang memang untuk dipakai ber-ulang2, jangan
 memakai botol plastik.


2 . PENGGEMAR SATE 
Kalau Anda makan sate, jangan lupa makan timun setelahnya. Karena  ketika kita makan sate sebetulnya ikut juga karbon dari hasil
pembakaran  arang yang dapat menyebabkan kanker. Untuk itu kita punya obatnya yaitu timun yang disarankan untuk dimakan setelah makan
sate. Karena sate mempunyai zat Karsinogen (penyebab kanker) tetapi  timun ternyata punya anti Karsinogen. Jadi jangan lupa makan timun
setelah makan sate.


3. UDANG DAN VITAMIN C
  

 Jangan makan udang setelah Anda makan Vitamin C. Karena ini akan  menyebabkan keracunan dari racun Arsenik (As) yang merupakan proses
 reaksi dari Udang dan Vitamin C di dalam tubuh dan berakibat  keracunan yang fatal dalam hitungan jam.

4. MI INSTAN
 

Untuk para penggemar mi instan, pastikan Anda punya selang waktu paling tidak 3 (tiga) hari setelah Anda mengkonsumsi mi instan, jika
Anda akan mengkonsumsinya lagi, dari informasi kedokteran, ternyata  terdapat lilin yang melapisi mi instan. Itu sebabnya mengapa mi
instan tidak lengket satu sama lainnya ketika dimasak. Konsumsi mie  instan setiap hari akan meningkatkan kemungkinan seseorang terjangkiti
kanker. Seseorang, karena begitu sibuknya dalam berkarir tidak punya waktu lagi untuk memasak, sehingga diputuskannya untuk mengkonsumsi mi
instan setiap hari . Akhirnya dia menderita kanker.
 Dokternya mengatakan bahwa hal ini disebabkan karena adanya lilin dalam mi instan tersebut. Dokter tersebut mengatakan bahwa tubuh kita
memerlukan waktu lebih dari 2 (dua) hari untuk membersihkan  lilin tersebut.


5. BAHAYA DIBALIK KEMASAN MAKANAN 


Kemasan makanan merupakan bagian dari makanan yang sehari-hari kita  konsumsi. Bagi sebagian besar orang, kemasan makanan hanya sekadar
bungkus makanan dan cenderung dianggap sebagai "pelindung " makanan.
Sebetulnya tidak tepat begitu, tergantung jenis bahan kemasan.
Sebaiknya  mulai sekarang Anda cermat memilik kemasan makanan. Kemasan pada makanan mempunyai fungsi kesehatan, pengawetan, 
kemudahan, penyeragaman, promosi, dan informasi. Ada begitu banyak bahan yang digunakan sebagai pengemas primer pada makanan, yaitu
kemasan yang bersentuhan langsung dengan makanan .
  Tetapi tidak semua bahan ini aman bagi makanan yang dikemasnya. 




Inilah ranking teratas bahan kemasan makanan yang perlu Anda
 waspadai.

A. Kertas .

 Beberapa kertas kemasan dan non-kemasan (kertas koran dan majalah) yang sering digunakan untuk membungkus makanan, terdeteksi mengandung  timbal (Pb) melebihi batas yang ditentukan. Di dalam  tubuh manusia , timbal masuk melalui saluran pernapasan atau ngan kita.
 pencernaan menuju sistem peredaran darah dan kemudian menyebar ke  berbagai jaringan lain, seperti: ginjal , hati, otak, saraf dan tulang.
 Keracunan timbal pada orang dewasa ditandai dengan gejala 3 P, yaitu  pallor (pucat), pain (sakit) & paralysis (kelumpuhan) . Keracunan yang
terjadipun bisa bersifat kronis dan akut. Untuk terhindar dari makanan  yang terkontaminasi logam berat timbal, memang susah-susah gampang.
Banyak makanan jajanan seperti pisang goreng, tahu goreng dan tempe  goreng yang dibungkus dengan Koran karena pengetahuan yang kurang dari  si penjual, padahal bahan yang panas dan berlemak mempermudah  berpindahnya timbale makanan tsb.

Sebagai usaha pencegahan , taruhlah makanan jajanan tersebut di atas
 piring.

B . Styrofoam

 Bahan pengemas styrofoam atau polystyrene telah menjadi salah satu  pilihan yang paling populer dalam bisnis pangan. Tetapi, riset terkini
membuktikan bahwa styrofoam diragukan keamanannya. Styrofoam  yang dibuat dari kopolimer styren ini menjadi pilihan bisnis pangan
 karena mampu mencegah kebocoran dan tetap mempertahankan bentuknya saat  dipegang. Selain itu, bahan tersebut juga mampu
 mempertahankan panas dan dingin tetapi tetap nyaman dipegang,  mempertahankan kesegaran dan keutuhan bahan yang dikemas, biaya murah,
lebih aman, serta ringan. Pada Juli 2001, Divisi Keamanan Pangan  Pemerintah Jepang mengungkapkan bahwa residu styrofoam dalam makanan
sangat berbahaya. Residu itu dapat menyebabkan endocrine disrupter  (EDC), yaitu suatu penyakit yang terjadi akibat adanya
 gangguan pada system endokrinologi dan reproduksi manusia akibat  bahan kimia karsinogen dalam makanan. 


1 comment: